<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5266578416698037446</id><updated>2012-02-10T04:46:47.493-08:00</updated><category term='Yang Unik dari Bali'/><category term='Naga Banda'/><category term='Bedawang Nala'/><category term='Bangunan Bali'/><category term='Mitologi'/><category term='Lomba Layang-layang'/><category term='Ngaben'/><category term='Perlengkapan Upacara'/><title type='text'>BaliBlide</title><subtitle type='html'>Everything about Bali</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://baliblide.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliblide.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>rd</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5266578416698037446.post-2356268951606777326</id><published>2008-09-09T06:02:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T06:07:41.695-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yang Unik dari Bali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mitologi'/><title type='text'>Tunggun Karang</title><content type='html'>Sebagaimana lazimnya setiap rumah dari penduduk Bali yang beragama Hindu, semiskin-miskinnya mereka akan berusaha memiliki tempat sembahyang yang disebut sanggah atau pemerajan dan bangunan penjaga rumah secara spiritual yang disebut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tunggun Karang&lt;/span&gt;. Bagi umat hindu di Bali, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tunggun Karang&lt;/span&gt; ini merupakan hal yang sangat penting fungsinya untuk menjaga keselamatan seluruh isi rumah dari kekuatan-kekuatan secara mgis maupun dari pencuri atau orang yang berkemauan tidak baik secara fisik.&lt;br /&gt;Letak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tunggun Karang&lt;/span&gt; sebaiknya di sebelah barat laut pekarangan rumah yaitu sudut barat laut pekarangan. Yang berkedudukan di sana adalah Bhatara Kala. Di dalam bahasa Sansekerta Kala berarti energi, dan juga berarti waktu. Maka dalam kaitan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tunggun Karang&lt;/span&gt; Kala ini lebih dekat dengan arti energi, yaitu kekuatan yang menjaga keselamatan seluruh keluarga. Dalam mitologinya disebutkan Bhatara Kala yang selalu merusak dan mengambil korban berupa bencana, oleh Bhatara Siwa dibuat menjadi somia, yaitu jinak dan tenang dan kemudian diperintahkan agar bertempat tinggal di pekarangan rumah di sudut barat laut, ikut menjaga keselamatan manusia yang tetap ingat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan. Dengan demikian kekuatan alam semesta inilah, yang dilukiskan dengan Bhatara Kala, kekuatan alam semesta yang tidak diatur akan menimbulkan bencana. Tetapi Bhatara Siwa  menenangkan kekuatan tersebut dan dianugerahkan kepada manusia agar mendapat keselamatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5266578416698037446-2356268951606777326?l=baliblide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliblide.blogspot.com/feeds/2356268951606777326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5266578416698037446&amp;postID=2356268951606777326' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/2356268951606777326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/2356268951606777326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliblide.blogspot.com/2008/09/tunggun-karang.html' title='Tunggun Karang'/><author><name>rd</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5266578416698037446.post-3617361543616990939</id><published>2008-09-06T02:32:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T02:33:16.548-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yang Unik dari Bali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perlengkapan Upacara'/><title type='text'>Pratima</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Agama Hindu di Pulau Bali banyak sekali menggunakan patung-patung perwujudan yang disebut &lt;b style=""&gt;Pratima&lt;/b&gt;. &lt;b style=""&gt;Pratima&lt;/b&gt; ini biasanya berukuran kecil terbuat dari kayu cendana atau kayu-kayu yang harum. Terkadang &lt;b style=""&gt;Pratima&lt;/b&gt; ini dihias dengan emas atau permata dan dikeramatkan sedemikian rupa sehingga hanya bisa dilihat pada saat upacara. &lt;b style=""&gt;Pratima&lt;/b&gt; ini menggunakan perwujudan Ida Bhatara dan berfungsi sebagai alat konsentrasi perasaan dan pikiran supaya lebih mantap. Ajaran Bhakti Marga yang sangat berpengaruh di Bali mengutamakan pemujaan yang berwujud pencurahan rasa bhakti yang tidak lain adalah rasa cinta kasih dan penyerahan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Getaran bhakti ini berupa obyek &lt;b style=""&gt;Pratima&lt;/b&gt; dan palinggihnya. Simbol ini sangat penting bagi penganut bhakti marga, meskipun secara filosofis mereka tahu bahwa Ida Sang Hyang Widhi ada di mana-mana, tidak bisa dilihat, tidak berwujud, namun untuk memantapkan pemusatan perasaan dan pikirannya, mereka membuat pelinggih-pelinggih seolah-olah di sanalah Ida Sang Hyang Widhi bertahta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Mereka membuat &lt;b style=""&gt;Pratima&lt;/b&gt; seolah-olah &lt;b style=""&gt;Pratima&lt;/b&gt; itulah perwujudan beliau. Simbol atau perwujudan sangat penting bagi seorang yang menjalankan bhakti marga, meskipun secara fisik &lt;b style=""&gt;Pratima&lt;/b&gt; tidak lebih dari kayu, namun para intelektual pun memerlukan perwujudan sebagai tanda bhaktinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Kini umat Hindu mulai merasa tidak aman karena &lt;b style=""&gt;Pratima&lt;/b&gt; ini menjadi incaran maling. &lt;b style=""&gt;Pratima&lt;/b&gt; ini diincar karena harganya cukup mahal sebagai barang antic, dijual kepada wisatawan. Kalaupun malingnya tertangkap, paling banyak dia dikenakan hukuman 3 bulan potong masa tahanan. Namun, akibat yang ditimbulkan terhadap desa yang memiliki &lt;b style=""&gt;Pratima&lt;/b&gt; itu sangat besar. Desa tersebut wajib melaksanakan upacara balik sumpah yang biayanya cukup mahal. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5266578416698037446-3617361543616990939?l=baliblide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliblide.blogspot.com/feeds/3617361543616990939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5266578416698037446&amp;postID=3617361543616990939' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/3617361543616990939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/3617361543616990939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliblide.blogspot.com/2008/09/pratima.html' title='Pratima'/><author><name>rd</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5266578416698037446.post-5316349839983922203</id><published>2008-09-02T18:41:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T02:34:50.690-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mitologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perlengkapan Upacara'/><title type='text'>Umbul-umbul dan kober</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b style=""&gt;Umbul- umbul&lt;/b&gt; adalah salah satu perlengkapan upacara yang dipergunakan di pura-pura pada waktu piodalan atau upacara lainnya. &lt;b style=""&gt;Umbul-umbul&lt;/b&gt; mempunyai mitologi sendiri yang mengambil cerita Arjuna Pramada, yang menceritakan Prabhu Yudistira bermaksud membuat istana yang indah maka disuruhlah adik-adiknya mencari contoh istana yang bisa ditiru. Dalam diskusi tersebut Arjuna berkata bahwa konon istana yang sangat indah yaitu istana Alengka, tempat Dewi Sita ditawan oleh Rahwana. Di istana ini konon matahari selalu bersinar lembut, angin yang datang setelah sampai di istana ini menjadi sepoi-sepoi. Akhirnya Yudistira mengutus Arjuna untuk pergi ke sana. Arjuna meminta bantuan Sri Krisna untuk mengantarkannya dalam perjalanan menuju Alengka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Setelah sampai di tepi pantai maka dilihatlah jembatan yang dulu dibuat oleh bala tentara kera dari Sri Rama. Krisna dan Arjuna tertegun, termenung dengan pikirannya masing-masing setelah melihat jembatan itu. Sri Krisna terkenang pada penjelmaannya dahulu pada waktu beliau berinkarnasi sebagai Sri Rama. Beliau teringat serta rindu pada kesetiaan Hanuman. Kerinduan ini menyebabkan Hanuman yang sedang bertapa tertarik oleh kerinduan Sri Krisna dan serta merta datang melompat ke hadapan Sri Krisna.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Di lain pihak Arjuna berkata kepada Sri Krisna,”Kanda, saya tidak percaya pada kehebatan Hanuman, Sugriwa, Anila, dan para kera lainnya yang dikatakan begitu sakti. Namun, mengapa membuat jembatan seperti ini saja memerlukan waktu berhari-hari. Saya bisa membuatnya dalam sekejap.” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Kata-kata Arjuna ini didengar oleh Hanuman yang kemudian berkata,”Ya, Arjuna. Bala tentara Rama banyak sekali, sebab itu kami membuat jembatan yang kokoh. “&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Arjuna menjawab,”Ya, saya bisa membuat jembatan yang kokoh dalam waktu sekejap. Barangsiapa bisa mematahkan jembatan ini akan saya sembah.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;”Kalau begitu cobalah!”kata Hanuman.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Arjuna mengambil panah naganya dan begitu dilontarkan jadilah sebuah jembatan yang kokoh dan sejajar dengan jembatan yang telah ada. Hanuman melompat ke atas jembatan, dan begitu menjejakkan kakinya robohlah jembatan itu. Sri Krisna melihat kejadian itu lalu mengambil panah dan melepaskannya sehingga jembatan yang roboh tadi kembali seperti semula. Hanuman mencoba lagi mematahkannya namun gagal. Sadarlah Hanuman bahwa yang dihadapinya itu adalah junjungannya, Sri Rama, yang lahir kembali menjadi Sri Krisna. Hanuman mendekati Sri Krisna hendak menyembah beliau. Sebaliknya Arjuna mendekati Hanuman untuk menyembahnya, karena Hanuman telah berhasil merobohkan jembatan yang dibuatnya. Hanuman menolaknya dan berkata bahwa manusia tidak boleh menyembah binatang, karena waktu itu Hanuman berwujud kera. Arjuna berkeras untuk mnyembah,”Saya adalah ksatria Pandawa, saya tidak boleh ingkar pada kata-kata saya’”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Perdebatan ini akhirnya ditengahi oleh Sri Krisna, beliau menasehati Arjuna agar jangan merasa diri sakti, bahwa di dunia ini tidak ada yang lebih sakti daripada Tuhan yang Maha Sakti. Namun agar hutang sembah Arjuna bisa dilunasi, maka dikutuklah jembatan yang dibuat Arjuna itu agar menjadi &lt;b style=""&gt;Umbul-umbul&lt;/b&gt;, dengan pesan agar manusia jangan takabur seperti Arjuna. Maka dimanapun ada parhyangan atau palinggih Dewa, di depannya dipancangkan &lt;b style=""&gt;Umbul-umbul&lt;/b&gt; dengan gambar naga (simbol panah naga Arjuna) dan kober atau bendera dengan lambang wanara (kera). Dengan demikian orang akan selalu ingat dengan dengan peristiwa Arjuna dan Hanuman, dan dengan menyembah di hadapan parhyangan maka &lt;b style=""&gt;Umbul-umbul&lt;/b&gt; dan bendera Hanuman pun ikut tersembah sebagai penebus janji bagi Arjuna. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5266578416698037446-5316349839983922203?l=baliblide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliblide.blogspot.com/feeds/5316349839983922203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5266578416698037446&amp;postID=5316349839983922203' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/5316349839983922203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/5316349839983922203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliblide.blogspot.com/2008/09/umbul-umbul-dan-kober.html' title='Umbul-umbul dan kober'/><author><name>rd</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5266578416698037446.post-7840482690638490234</id><published>2008-08-30T22:21:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T02:35:29.125-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yang Unik dari Bali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mitologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perlengkapan Upacara'/><title type='text'>Penjor</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SLorLYnDPBI/AAAAAAAAAD4/SsVOEUETvtM/s1600-h/PENJOR.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 230px; height: 258px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SLorLYnDPBI/AAAAAAAAAD4/SsVOEUETvtM/s400/PENJOR.jpg" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240548590983789586" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                    Pada zaman dahulu &lt;b style=""&gt;penjor&lt;/b&gt; dipasang kalau ada upacara keagamaan. Seperti yang sudah diketahui, ada bermacam-macam jenis &lt;b style=""&gt;penjor&lt;/b&gt;, antara lain &lt;b style=""&gt;penjor&lt;/b&gt; caru, &lt;b style=""&gt;penjor&lt;/b&gt; biukukung, &lt;b style=""&gt;penjor&lt;/b&gt; Galungan, dan sebagainya. Yang paling banyak digunakan karena mempunyai dekorasi yang indah dan beragam adalah &lt;b style=""&gt;penjor&lt;/b&gt; Galungan.  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Akhir-akhir ini setiap upacara apa saja yang dibuat, mulai dari pembukaan penataran, penyambutan tamu, hari ulang tahun kemerdekaan, peresmian suatu kantor, dan sebagainya, tidak pernah ketinggalan memakai &lt;b style=""&gt;penjor&lt;/b&gt; sebagai hiasan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Dalam lontar Jayakasunu disebutkan bahwa &lt;b style=""&gt;penjor&lt;/b&gt; itu melambangkan Gunung Agung. Di dalam lontar Basuki Stawa disebutkan bahwa gunung (giri) adalah naga raja, yang tidak lain adalah Naga Basuki. Dalam mitologi, dasar Gunung Agung dikenal sebagai linggih Sang Hyang Naga Basuki. Dari kata Basuki inilah timbul nama Besakih. Dikatakan bahwa ekor naga itu ada di puncaknya gunung dan kepalanya terletak di laut. Dari ekornya inilah Sang Hyang Naga Basuki memberikan penghidupan kepada manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Sementara dalam lontar Samudra Stawa disebutkan bahwa lautan adalah naga raja. Demikian pula dalam Ananta Bhoga Stawa, dimana beliau dikatakan memikul alam kita ini. Sang Hyang Ananta Bhoga yang tidak lain adalah lapisan kulit bumi, merupakan tempat terdapatnya bhoga (sandang, pangan, papan) yang tidak habis-habisnya. Dalam mitologi yang ada di masyarakat, dikenal pula bahwa Bedawang Nala dililit oleh naga, dan apabila Bedawang Nala ini sampai bergerak dan naga yang melilitnya terlena, maka terjadilah gempa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Dalam lontar Siwagama, Sang Hyang Trimurti, dalam usaha beliau membantu manusia, agar tanah, air, dan udara ini memberi kesejahteraan, maka Bhatara Brahma masuk ke bumi menjadi Ananta Bhoga, Bhatara Wisnu terjun ke air menjadi Naga Basuki, dan Bhatara Siwa terbang ke udara menjadi Naga Taksaka. Sebab itulah Naga Taksaka selalu dilukiskan memakai sayap. Naga Basuki, dalam Basuki Stawa dilukiskan bahwa ekornya berada di puncaak gunung dan kepalanya di laut, yang merupakan simbol bahwa gunung adalah waduk penyimpanan air yang kemudian menjadi sungai dan akhirnya bermuara di laut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Itulah mitologi dari &lt;b style=""&gt;penjor&lt;/b&gt; Galungan yang dihias sedemikian rupa, merupakan simbol naga. Sanggah yang ditempatkan pada bambu &lt;b style=""&gt;penjor&lt;/b&gt; memakai pelepah kelapa adalah simbol leher dan kepala Naga Taksaka. Gembrong yang dibuat dari janur atau ambu menggambarkan rambut naga. Sampian &lt;b style=""&gt;penjor&lt;/b&gt; dengan porosannya, yang berbentuk melengkung, adalah ekor Naga Basuki (simbol gunung). Sementara hiasan &lt;b style=""&gt;penjor&lt;/b&gt; yang terdiri dari gantung-gantungan padi, ketela, jagung, kain, dan sebagainya, adalah simbol bulu Naga Ananta Bhoga sebagai tempat tumbuhnya sandang dan pangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Fungsi &lt;b style=""&gt;penjor&lt;/b&gt; ini adalah sebagai ucapan terima kasih ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah mengutus Sang Hyang Tri Murrti untuk menolong umat manusia dari kelaparan dan bencana. &lt;b style=""&gt;Penjor&lt;/b&gt; upacara dengan tanda-tanda lengkap seperti di atas tidak boleh digunakan kecuali untuk upacara. Sedangkan pe&lt;b style=""&gt;penjor&lt;/b&gt;an (&lt;b style=""&gt;penjor&lt;/b&gt; hiasan) hendaknya jangan memakai gantung-gantungan hasil bumi, sanggah, dan sampian &lt;b style=""&gt;penjor&lt;/b&gt; yang berisi porosan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5266578416698037446-7840482690638490234?l=baliblide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliblide.blogspot.com/feeds/7840482690638490234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5266578416698037446&amp;postID=7840482690638490234' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/7840482690638490234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/7840482690638490234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliblide.blogspot.com/2008/08/penjor.html' title='Penjor'/><author><name>rd</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SLorLYnDPBI/AAAAAAAAAD4/SsVOEUETvtM/s72-c/PENJOR.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5266578416698037446.post-8838928526484026426</id><published>2008-08-30T19:08:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T02:35:58.302-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yang Unik dari Bali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mitologi'/><title type='text'>Ratu Gede Barong Landung</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Jro Gde:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Delod Tunduh Abian SemaL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Mula kunyit di sempidi&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Mapunduh paturu lengar&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Mara ngajengit tusing magigi&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Jro Luh:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ngempug kuud caratan diwang&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ngempug kuud caratan diwang&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Meli bulih tuah ji talen&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Beli suud nyaratang tiang&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Beli suud nyaratang tiang&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kemu alih suba elenan&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Penggalan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; gending bebarongan tersebut biasa dinyanyikan oleh dua pemundut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barong Landung&lt;/span&gt; saat ngelawang berkeliling desa.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; Umat menurunkan sasuhunan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berupa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barong Landung&lt;/span&gt; tersebut &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dari pura untuk menari di sepanjang jalan desa dengan harapan tarian itu akan menimbulkan energi gaib, semacam tenaga baru, seperti yang dilakukan Dewa Siwa dengan tarian tandawa-nya untuk mengembalikan roh kehidupan yang diambil oleh para bebutan.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barong Landung&lt;/span&gt; adalah pralingga, sekaligus perisai bagi desa-desa yang terancam kegeringan.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Bahkan di banyak tempat, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barong Landung&lt;/span&gt; dipuja sebagai simbol sejarah yang sangat kelam di masa lalu.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kisah yang bersumber ketika Sri Jaya Pangus, raja Bali dari dinasti Warmadewa, kerajaannya berpusat di Panarojan, tiga kilometer di sebelah utara Kintamani.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sri Jaya Pangus dituduh telah melanggar adat yang sangat ditabukan saat itu, yakni telah dengan berani mengawini putri Cina yang elok bernama Kang Cing Wei.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; Meski tidak mendapatkan berkat dari pendeta kerajaan, Mpu Siwa Gama, sang raja tetap ngotot tidak mau mundur. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Akibatnya,&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; sang pendeta marah, lalu menciptakan hujan terus menerus, hingga seluruh kerajaan tenggelam.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Dengan berat hati sang raja memindahkan kerajaannya ke tempat lain, kini dikenal dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;nama&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; Balingkang (Bali + Kang), dan raja kemudian dijuluki oleh rakyatnya sebagai Dalem Balingkang. Sayang, karena lama mereka tidak mempunyai keturunan, raja pun pergi ke Gunung Batur, memohon kepada dewa di &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; agar dianugerahi anak. Namun celakanya, dalam perjalanannya &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;ia&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; bertemu dengan Dewi Danu yang jelita. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ia&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; pun terpikat, kawin, dan melahirkan seorang anak lelaki yang sangat kesohor hingga kini, Maya Danawa.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sementara itu, Kang Cing Wei yang lama menunggu suaminya pulang, mulai gelisah, &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ia&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; bertekad menyusul ke Gunung Batur. Namun di &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, di tengah hutan belantara yang menawan, iapun terkejut manakala menemukan suaminya telah menjadi milik Dewi Danu. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ketiganya lalu terlibat pertengkaran sengit.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;          Dewi Danu dengan marah berapi-api menuduh sang raja telah membohongi dirinya dengan mengaku sebelumnya sebagai perjaka. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Dengan kekuatan gaibnya, Dalem Balingkang dan Kang Cing Wei dilenyapkan dari muka bumi ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; Oleh rakyat yang mencintainya, kedua suami istri -- Dalem Balingkang dan Kang Cing Wei -- itu lalu dibuatkan patung yang dikenal dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;nama&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; Stasura dan Bhati Mandul. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Patung inilah kemudian berkembang menjadi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barong Landung&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perkawinan Budaya&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Tapi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barong Landung&lt;/span&gt; ternyata lebih dari sekadar kisah sejarah.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ia&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; bukan saja perkawinan lahiriah, tetapi juga budaya. Pernik-pernik budaya Cina seperti pis bolong, patra cina, barong sae, telah lama dikawinkan dengan budaya Bali, bahkan dalam bidang filsafat telah pula melahirkan paham Siwa Budha yang terus memperkaya tradisi agama Hindu sampai sekarang di Bali.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Juga, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barong Landung&lt;/span&gt; bukanlah sekadar penghias pura, &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;ia&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; adalah duwe dengan segala perwujudannya yang sangat keramat. Ia dibuat pada dewasa ayu kilang-kilung, dari kayu bertuah seperti pule, jaran, waruh teluh, kepah, kapas, dan "dihidupkan" dengan ritual prayascita serta di-plaspas untuk menghapuskan papa klesa secara sekala niskala. Di sini, &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;ia&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; pun diberi pedagingan berupa perak, emas, dan tembaga, juga pudi mirah (sejenis permata) yang dipasangkan di ubun-ubun lengkap dengan rerajahan-nya -- ang, ung, dan mang.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Setelah seluruh bagian tubuhnya disatukan dalam upakara masupati yang dipermaklumkan oleh sulinggih, pemangku, maupun sangging ke hadapan Dewa Surya, Siwa, dan Sapu Jagat, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barong Landung&lt;/span&gt; lalu dibawa ke tengah kuburan. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Di situ, di tengah kegelapan malam kajeng kliwon, pemundut harus duduk di atas tiga tengkorak manusia sambil meneguhkan hatinya untuk menerima ritual yang paling mengguncangkan, yaitu masuci dan ngerehin.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Biasanya, jika &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barong Landung&lt;/span&gt; ini sudah kalinggihin, &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;akan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; ada pertanda jatuhnya kilatan cahaya gaib ke tubuh pemundut hingga ia kesurupan, dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barong Landung&lt;/span&gt; pun menjadi terguncang-guncang tanpa kendali. Jika hal ini terjadi, maka Barong Landung telah dianggap "hidup" dan pantas diberi gelar Jro Gde untuk barong laki-lakinya dan Jro Luh untuk wanitanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Jro Gde memiliki tubuh hitam, rambut lurus lebat, mata sipit, gigi jongos, dan memakai &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;keris&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sedangkan Jro Luh bertubuh ramping, putih seperti layaknya wanita Cina, dan memakai kebaya Cina.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; Kedua tangan kiri &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;barong&lt;/span&gt; ini ditekuk ke pinggang, yang oleh pengamat kebatinan diyakini sebagai sikap pengendalian diri, mengingat kiri &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;sama&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; artinya dengan pengiwa. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Lawan pengiwa adalah penengen, tangan kanan, yang sengaja dibuat lurus sebagaimana jalan kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah Munculnya Barong Landung&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Namun, kapan sesungguhnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barong Landung&lt;/span&gt; tersebut muncul?&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ini yang masih banyak dipertanyakan.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Pada pemerintahan Dalem Waturenggong, abad ke-16, seni dan budaya Bali telah mencapai puncaknya.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kala itu telah diciptakannya relief Boma, yang kemudian menjadi tapel Barong Ket.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Di samping itu pula terdapat tulisan Banaspati dan Calonarang, keduanya menunjuk pada pengertian &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barong&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Mungkinkah Barong &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Landung&lt;/span&gt; juga diciptakan pada masa ini?&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Yang pasti, kemampuan manusia Bali dalam membuat simbol-simbol sudah ada sejak zaman dulu, seperti simbol bade, meru, pratima, rerajahan, warna-warna sakral, banten, sikap tubuh dalam gambar wayang, dan sebagainya. Dalam proses berkarya, biasanya untuk mengagumkan sesuatu, mereka, terutama para undagi, kreator, atau senimannya, sering mewujudkan pujaannya itu jauh lebih besar dari dirinya. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ini semata-mata untuk menunjukkan betapa besar kekuasaan Tuhan, dan betapa kecil dirinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Dalam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barong Landung&lt;/span&gt; ini misalnya, undagi sengaja membuat wujud yang sangat menyeramkan dengan harapan dapat mengimbangi kedahsyatan roh-roh jahat yang sering mengganggu kehidupan di desa-desa.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Menurut Pan Putu Budhiartini dalam bukunya "Rangda dan Barong, Unsur Dualistik, Mengungkap Asal-asal Umat Manusia", &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barong&lt;/span&gt; berasal dari Tatwa Kanda Pat Bhuta, tepatnya adalah duwe dari Sang Catur Sanak yang mengambil wujud rwa bineda -- dua sifat yang berbeda dari laki-perempuan, siang-malam, panas-dingin, dan sebagainya. Yang cair misalnya, kalau dipanaskan oleh &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;api&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; akan menguap ke langit (I Bapa), sedangkan api akan mengendap ke bumi (I Meme). Langit sendiri &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;akan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; menurunkan hujan untuk menyuburkan bumi dan melahirkan kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Jadi, dengan begitu, kemungkinan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barong Landung&lt;/span&gt; adalah perwujudan I Bapa dan I Meme.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; I Bapa sebagai langit diwujudkan dengan warna hitam (Jro Gde), simbol dari Dewa Wisnu yang memelihara dunia, sekaligus Dewa Air yang menghanyutkan segala noda dunia, dan menjadi tirta penglukatan bagi umat manusia. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sedangkan I Meme atau Ibu Bumi (Jro Luh) berwarna putih sebagai Iswara yang sering juga disebut Siwa, maha pelebur segala noda sekaligus sebagai tempat penciptaan.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; Jadi, Jro Luh adalah Ibu Bumi yang mengandung, memelihara, dan &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;akan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; mengembalikan lagi isi dunia ke dalam perutNya ketika waktunya telah tiba.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barong Landung&lt;/span&gt;, jika disimpulkan, adalah perwujudan dari sang Maha Pencipta itu sendiri, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yang oleh undagi di masa lalu tentu diwujudkan sesuai dengan keadaan zamannya ketika itu, yakni ketika sedang hangat-hangatnya perkawinan antarbudaya Cina dan &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Bali,&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; termasuk di dalamnya "perkawinan celaka" sang raja dengan putri Cina itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Namun, apapun latar belakangnya, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barong Landung&lt;/span&gt; adalah mahakarya yang pernah diciptakan oleh para leluhur di Bali.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ia&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; adalah lambang penciptaan (lingga dan yoni) yang oleh ilmuwan Thomas Alfa Edison disebut sebagai unsur positif dan negatif. Diyakini, jika kedua unsur ini bertemu, maka &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;akan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; menimbulkan energi listrik. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Hebatnya, konsep lingga-yoni tercipta jauh sebelum Thomas Alfa Edison lahir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;(Sumber: Bali Post)&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5266578416698037446-8838928526484026426?l=baliblide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliblide.blogspot.com/feeds/8838928526484026426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5266578416698037446&amp;postID=8838928526484026426' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/8838928526484026426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/8838928526484026426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliblide.blogspot.com/2008/08/ratu-gede-barong-landung.html' title='Ratu Gede Barong Landung'/><author><name>rd</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5266578416698037446.post-2086758192419088051</id><published>2008-08-29T07:33:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T07:47:03.455-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bangunan Bali'/><title type='text'>Candi Bentar dan Meru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SLgJcT4t2HI/AAAAAAAAADo/0DrBb0xAxRY/s1600-h/meru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SLgJcT4t2HI/AAAAAAAAADo/0DrBb0xAxRY/s400/meru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239948548424718450" border="0"alt="meru" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gambar: Meru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 0.5in;"&gt;            Orang Bali membangun tempat sembahyang mereka menyerupai pura-pura yang merupakan simbol Gunung Maha&lt;b style=""&gt;Meru&lt;/b&gt;. Pangkal gunung dilukiskan dengan &lt;b style=""&gt;Candi Bentar&lt;/b&gt;, yaitu pintu terpisah. Sedangkan madya atau bagian tengah gunung tersebut dilukiskan dengan tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang hutan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seperti misalnya Bhoma yang melambangkan pohon kayu yang besar. Bhoma artinya kayu yang tumbuh dari bumi. Bongkol kayu diumpamakan kepala dengan ranting-rantingnya berupa tangan yang memegang daun-daun dan bunga-bungaan. Di samping itu, di dalam &lt;b style=""&gt;Kori Agung &lt;/b&gt;digambarkan pula binatang hutan seperti gajah atau Karang Asti, singa atau Karang Sae, burung gagak atau Karang Guak, dan sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SLgJcYlBiPI/AAAAAAAAADw/z6KU4007zKQ/s1600-h/mount+meru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SLgJcYlBiPI/AAAAAAAAADw/z6KU4007zKQ/s400/mount+meru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239948549684300018" border="0"alt="mahameru" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gambar: Gunung Mahameru&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Gunung Maha&lt;b style=""&gt;Meru&lt;/b&gt; itu memiliki banyak puncak. Salah satu yang tertinggi adalah puncak Maha&lt;b style=""&gt;Meru&lt;/b&gt; atau Kailasa sebagai tempat bertahtanya Batara Siwa. Dari kata Maha&lt;b style=""&gt;Meru&lt;/b&gt; itulah timbul kata &lt;b style=""&gt;Meru&lt;/b&gt; sehingga pura di Bali itu sebenarnya adalah simbol Gunung Maha&lt;b style=""&gt;Meru&lt;/b&gt; tempat bertahtanya Batara Siwa. Sebab itu bentuk &lt;b style=""&gt;Kori Agung&lt;/b&gt; sangat disucikan dan dikeramatkan. Sedangkan &lt;b style=""&gt;Candi Bentar&lt;/b&gt; dianggap kurang sakral daripada &lt;b style=""&gt;Meru&lt;/b&gt; karena merupakan simbol pangkal gunung. Namun, di dalam komposisinya &lt;b style=""&gt;Candi Bentar&lt;/b&gt; merupakan satu kesatuan dengan &lt;b style=""&gt;Kori Agung&lt;/b&gt; dan &lt;b style=""&gt;Meru&lt;/b&gt;. Tegasnya, pura adalah simbol dari gunung yang merupakan tempat simbolis bersemayamnya Ida Sang Hyang Widhi atau Tuhan Yang Maha Esa. Sebab itu, &lt;b style=""&gt;Candi Bentar, Kori Agung&lt;/b&gt;, dan &lt;b style=""&gt;Meru&lt;/b&gt; hanya bisa dibuat untuk melukiskan gunung atau pura.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SLgJces2isI/AAAAAAAAADg/uUESULVFy1A/s1600-h/kori_agung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SLgJces2isI/AAAAAAAAADg/uUESULVFy1A/s400/kori_agung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239948551327746754" border="0"alt="kori_agung" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gambar: Kori Agung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5266578416698037446-2086758192419088051?l=baliblide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliblide.blogspot.com/feeds/2086758192419088051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5266578416698037446&amp;postID=2086758192419088051' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/2086758192419088051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/2086758192419088051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliblide.blogspot.com/2008/08/candi-bentar-dan-meru.html' title='Candi Bentar dan Meru'/><author><name>rd</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SLgJcT4t2HI/AAAAAAAAADo/0DrBb0xAxRY/s72-c/meru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5266578416698037446.post-6969187518468234455</id><published>2008-07-15T06:37:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T02:36:54.377-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mitologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bedawang Nala'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngaben'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Naga Banda'/><title type='text'>naga banda | bedawang nala | hindu bali mitologi</title><content type='html'>&lt;span style="" lang="IN"&gt;            Sekitar abad ke XVI Dalem sebagai penguasa tertinggi di Pulau Bali membuat tata aturan bagi orang-orang yang meninggal terutama pejabat-pejabat pemerintahan dan para pendeta. Diperkiraka peraturan mengenai wadah petulangan dan gelar-gelar kebangsawanan ditetapkan pada zaman Dalem Dimade karena sejak saat itulah baru dikenal gelar I Gusti Agung untuk jabatan Patih Agung dan I Gusti untuk jabatan penguasa-penguasa daerah di bawah Dalem termasuk para patih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sebelum zaman Dalem Dimade hanya dikenal sebutan Ki atau Arya. Kemungkinan juga pedarman-pedarman yang ada di Besakih di kompleks sebelah timur penataran agung dibangun pada zaman ini dimana para ksatria yang memegang wilayah diperkenankan membuat pedarman dengan tumpang merunya dibentuk menurut kekuasaan atau kedudukannya waktu itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Aturan ini diwarisi turun temurun oleh warganya masing-masing. Demikianlah para pendeta yang meninggal ditetapkan memakai wadah yang berbentuk padmasana. Para raja-raja di bawah kekuasaan Dalem dan pejabat-pejabat yang berkuasa waktu itu menggunakan wadah dengan tumpang-tumpang tertentu sesuai dengan kedudukannya yang telah diatur oleh Dalem. Tumpang-tumpang bade untuk para pejabat dan turunannya dibatasi dari tumpang tiga sampai tumpang Sembilan. Demikian juga petulangannya ditetapkan bagi mereka yang boleh memakai lembu, singa, naga kaang, gajah mina dan sebagainya. Umumnya para ksatria hamper semuanya memakai petulangan lembu sedangkan untuk golongan khusus lainnya berdasarkan fungsi atau keahliannya memakai petulangan singa, gajah mina, dan naga kaang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Khusus untuk Dalem beserta turunannya bisa memakai tumpang sebelas dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;naga banda&lt;/span&gt; dan petulangan lembu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SLf8FBIuUJI/AAAAAAAAADQ/pIynBy3QV8E/s1600-h/naga+banda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SLf8FBIuUJI/AAAAAAAAADQ/pIynBy3QV8E/s400/naga+banda.jpg" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239933854603432082" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gambar: Naga Banda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam mitologi Hindu di Bali, kulit bumi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang berlapis-lapis dan sungai yang mengalir berliku-liku digambarkan sebagai naga-naga yang membelit inti bumi, dimana inti bumi dilukiskan sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bedawang Nala&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bedawang Api&lt;/span&gt;. Konon penyebab terjadinya gempa bumi adalah karena naga-naga yang bertugas membelit &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bedawang Nala&lt;/span&gt; ini terlena sekejap sehingga Bedawang dapat bergerak dan terjadilah gempa bumi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SLf9en5cAAI/AAAAAAAAADY/FtBhC13qIZI/s1600-h/bedawang+nala.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SLf9en5cAAI/AAAAAAAAADY/FtBhC13qIZI/s400/bedawang+nala.jpg" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239935394016657410" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gambar: Bedawang Nala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Induk-induk naga dikenal dengan nama Sang Hyang Anantabhoga, Sang Hyang Basuki dan Naga Taksaka. Sang Hyang Anantabhoga menggambarkan lapisan kulit bumi yang memikul alam kita ini dengan punggungnya (Anantabhogastawa). Dari kulit bumi inilah timbul segala jenis tumbuh-tumbuhan yang diibaratkan bulu-bulu naga yang memberikan kita sandang pangan yang tidak habis-habisnya. Kata Anantabhoga berasal dari kata ananta yang berarti tidak habis dan bhoga yang berarti pangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sementara Sang Hyang Naga Basuki, dalam Basukistawa dilukiskan dengan Indragiri atau penguasa gunung. Gunung dalam pandangan umat Hindu di Bali bukan saja sebagai linggih atau singgasana Ida Batara tetapi juga merupakan hulunya mata air yang melahirkan sungai yang berliku-liku, yang menyebabkan tanah menjadi subur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Naga Taksaka digambarkan sebagai naga bersayap yang menguasai udara sehingga udara dapat memberikan kehidupan kepada semua makhluk. Sebab itulah Dalem yang menjadi raja Pulau Bali pada zaman dulu menetapkan bahwa beliau dan turunannya jika meninggal dapat memakai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Naga Banda &lt;/span&gt;sebagai penebusan terhadap ikatan duniawi sewaktu beliau masih hidup. Rasa keterikatan inilah yang harus diputuskan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan cara menghidupkan satwam, dalam upacara disimbolkan dengan pendeta yang memanah Naga Banda. Apabila ikatan duniawi ini tidak dapat dilepaskan maka Sang Hyang Atma akan dililit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibawa ke neraka. Namun, apabila ikatan ini mampu dilepaskan maka Sang Hyang Anantabhoga akan menjadi kendaraan Sang Hyang Atma untuk pergi ke surga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span&gt;Lihat video tentang ngaben di sini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;table style="border-collapse: collapse; width: 686pt;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="915"&gt;&lt;col style="width: 686pt;" width="915"&gt;&lt;col&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="height: 15pt; width: 686pt;" height="20" width="915"&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/M-OBdUI5jd0&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/M-OBdUI5jd0&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5266578416698037446-6969187518468234455?l=baliblide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliblide.blogspot.com/feeds/6969187518468234455/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5266578416698037446&amp;postID=6969187518468234455' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/6969187518468234455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/6969187518468234455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliblide.blogspot.com/2008/07/naga-banda-bedawang-nala-hindu-bali.html' title='naga banda | bedawang nala | hindu bali mitologi'/><author><name>rd</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SLf8FBIuUJI/AAAAAAAAADQ/pIynBy3QV8E/s72-c/naga+banda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5266578416698037446.post-2738869000445590523</id><published>2008-07-15T06:32:00.000-07:00</published><updated>2008-08-25T07:40:21.699-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngaben'/><title type='text'>ngaben | cremation ceremony | balinese cremation ceremony</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Hari ini di wilayah Ubud, Bali diadakan upacara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ngaben &lt;/span&gt;besar-besaran dimana yang diaben merupakan anggota kerajaan. Upacara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ngaben&lt;/span&gt; kali ini benar-benar megah, dengan menggunakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;wadah / bade&lt;/span&gt; setinggi 28,5 meter lengkap dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;naga banda&lt;/span&gt;. Praktis upacara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ngaben&lt;/span&gt; yang menelan biaya miliaran rupiah ini menjadi salah satu upacara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ngaben&lt;/span&gt; termegah yang pernah diadakan di Bali.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ngaben&lt;/span&gt; adalah upacara penyucian atma (roh) dengan cara pembakaran jenazah. Ada perkiraan bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ngaben&lt;/span&gt; berasal dari kata ‘ngaba + in” yang berarti membekali atau memberi bekal. Dalam hal ini bekal dapat berwujud material seperti banten-banten upakara dan benda-benda materi lainnya yang sering digunakan oleh almarhum, seperti pakaian atau kain. Sementara benda non material dapat berupa puja dan mantra dari Ida Pedanda serta doa-doa dari saudara dan kerabatnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ada pula yang memperkirakan bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ngaben&lt;/span&gt; berasal dari kata “abu”, menjadi ngabuin dan disingkat menjadi ngabon. Kata ngabon ini mengandung arti bahwa jasad dibakar menjadi abu. Kemudian kata ngabon diperhalus menjadi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ngaben&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Tidak semua tempat di Bali melaksanakan upacara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ngaben&lt;/span&gt; dengan cara membakar jasad. Di beberapa tempat yang berdekatan dengan Pura Kahyangan Agung seperti Batur, Besakih, Uluwatu, dan umumnya di daerah-daerah pegunungan, walaupun dilaksanakan upacara ngaben ataupun pembakaran mayat, tapi bukanlah mayat orang itu yang dibakar melainkan puspa sariranya. Jasadnya sendiri ditanam dan kemudian dibuatkan puspa sariranya dari kayu cendana atau tirta, atau bunga sebagai perwujudan. Perwujudan inilah yang kemudian dibakar.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;        Ada banyak tahap dalam upacara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ngaben&lt;/span&gt;. Dimulai dari memandikan jasad (nyiramin), ngajum, pembakaran, sampai nyekah. Setiap tahap ini memakai sarana banten atau sesajen yang berbeda-beda. Ketika ada anggota keluarga yang meninggal, maka anggota lainnya akan menghadap ke Ida Pedanda untuk menanyakan hari baik (dewasa ayu) untuk melaksanakan upacara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ngaben&lt;/span&gt;. Biasanya waktu yang diberikan tidak lebih dari 7 hari sejak hari meninggalnya. Setelah mendapatkan hari baik maka pihak keluarga mulai mempersiapkan ritual pertama yaitu nyiramin layon (pemandian jenazah).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Setelah dimandikan, jasad kemudian “megulung” dibungkus dengan kain putih dan ditaruh di dalam peti, kemudian diletakkan di Bale Gede atau di puri-puri biasanya digunakan Bale semanggen.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Pada waktu upacara pembersihan orang yang meninggal ini “dihidupkan secara ritual” dimana bubur pirata, angenan, nasi angkeb panjang ilang dan sebagainya digunakan sebagai symbol pengganti jasad manusia dan sebagai tempat Sang Hyang Atma hidup sementara sebelum dibakar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Demikian pula kalau upacara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ngaben&lt;/span&gt; ini memakai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;naga banda&lt;/span&gt;, maka &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;naga banda&lt;/span&gt; inipun dihidupkan oleh Ida Pedanda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Pada hari baik yang telah ditetapkan oleh Ida Pedanda maka dilaksanakanlah upacara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ngaben&lt;/span&gt; di mana jasad akan dibawa keluar rumah dan sesudah ditaruh di atas &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;wadah/bade&lt;/span&gt; diputar terlebih dahulu di muka rumah sebanyak 3 kali dengan arah yang berlawanan dengan jarum jam, yaitu ke kiri. Upacara ini disebut meprasawya. Upacara ini juga dilakukan di perempatan jalan menuju setra (kuburan) dan sekali lagi setelah sampai di setra.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Sebelum dibakar maka jasadnya terlebih dahulu dimantrai dan diberi puja oleh Ida Pedanda dengan daksina diletakkan di bagian hulu dari jasad tersebut sebagai tempat dari Sang Hyang Atma. Setelah itu mulailah Ida Pedanda memperlakukan mayat itu sebagai manusia yang hidup, diberi tirta pangentas dari Kahyangan Tiga, tirta penembak dan sebagainya karena Sang Hyang Atma telah didudukkan kembali ke jasad itu. Di pusat-pusat syaraf dan persendian dari jasad itu diisi dengan kwangen sebagai lambang Tri Murti, lambang hidup, yaitu bayu, sabda, dan idep.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Sebelum dibakar jasad akan dipindahkan dari wadah ke pemalungan, yaitu tempat pembakaran jenazah yang terbuat dari batang pohon pisang ditumpuk berbentuk lembu. Di sanalah dilakukan upacara pembakaran yang merupakan lambang dari pralina (peleburan).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Setelah dibakar, abunya “direka” lagi yaitu dimana tulang atau galih dari jasad yang sudah terbakar itu dikumpulkan kembali. Untuk membedakan abu dari tulang dengan abu dari kayu bakar biasanya digunakan air yang disiramkan pada abu pembakaran yang mana nanti akan jelas tampak abu tulang berwarna putih sementara abu kayu berwarna hitam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Sebagian dari galih yang sudah dikumpulkan tersebut dikumpulkan dan dibentuk sebagai orang-orangan dan di atasnya diisi kwangen 7 tanding sebagai pengurip-urip (sarana penghidupan). Setelah itu dipuja dan dimantrai lagi oleh Ida Pedanda seolah-olah orang yang mati hidup lagi dalam bentuk yang lebih halus. Setelah itu dipuja dan dimantra kembali untuk dipralina dengan cara menggiling galih tersebut di atas dulang kecil hingga hancur dan halus, kemudian dimasukkan dalam kelapa gading yang dibungkus kain putih dihias dengan bunga dan kwangen sebagai symbol omkara, lambang kehidupan, yaitu bayu, sabda, dan idep.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Tahap selanjutnya adalah mempralina kembali dengan cara menghanyutkan kelapa gading tersebut ke laut.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5266578416698037446-2738869000445590523?l=baliblide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliblide.blogspot.com/feeds/2738869000445590523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5266578416698037446&amp;postID=2738869000445590523' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/2738869000445590523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/2738869000445590523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliblide.blogspot.com/2008/07/ngaben-cremation-ceremony-balinese.html' title='ngaben | cremation ceremony | balinese cremation ceremony'/><author><name>rd</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5266578416698037446.post-1686462237834248244</id><published>2008-07-14T04:13:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T10:37:24.295-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba Layang-layang'/><title type='text'>bali kite festival 2008 | flying for peace | lomba layang-layang se-Bali 2008</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Festival layang-layang se-Bali&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bali Kite Festival&lt;/span&gt; yang kali ini mengambil tema &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Flying for peace&lt;/span&gt; diadakan mulai tanggal 11-13 Juli 2008, hampir bersamaan dengan berakhirnya Pesta Kesenian Bali 2008. Festival ini bertempat di Pantai Padang Galak, Sanur yang diadakan setiap tahunnya.&lt;br /&gt;Lomba ini diikuti oleh hampir 700 &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;layang-layang&lt;/span&gt; berbagai jenis mulai dari kreasi dan tradisional (bebean, janggan, dan pecukan). Pesertanya berasal dari berbagai kalangan masyarakat mulai dari anak-anak, individu, sekaa teruna, sampai peserta dari luar negeri. Mereka unjuk kebolehan dalam membuat layang-layang dengan kreatifitas masing-masing.&lt;br /&gt;Terdapat berbagai jenis layang-layang kreasi, mulai dari layang-layang berbentuk ikan, burung, pesawat, parasut, bidadari, garuda, perahu, gurita bahkan spongebob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHs_8_l8PuI/AAAAAAAAAAM/vNfcyac7_vA/s1600-h/garuda+dan+perahu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHs_8_l8PuI/AAAAAAAAAAM/vNfcyac7_vA/s320/garuda+dan+perahu.jpg" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222838509961494242" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHs_9PTOvKI/AAAAAAAAAAU/ctX7h0S8GBU/s1600-h/gurita+dan+spongebob.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHs_9PTOvKI/AAAAAAAAAAU/ctX7h0S8GBU/s320/gurita+dan+spongebob.jpg" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222838514177981602" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHs_9qa44HI/AAAAAAAAAAc/8T2nQ4HAsL0/s1600-h/meru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHs_9qa44HI/AAAAAAAAAAc/8T2nQ4HAsL0/s320/meru.jpg" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222838521457860722" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHs_-GvYvwI/AAAAAAAAAAk/44bCK4y_Rfs/s1600-h/parasut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHs_-GvYvwI/AAAAAAAAAAk/44bCK4y_Rfs/s320/parasut.jpg" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222838529060028162" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHs_-d3wM9I/AAAAAAAAAAs/XeQSLs9K1DE/s1600-h/pesawat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHs_-d3wM9I/AAAAAAAAAAs/XeQSLs9K1DE/s320/pesawat.jpg" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222838535269135314" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk jenis layang-layang tradisional Janggan, panjang ekornya yang terpendek 50 meter dan terpanjang mencapai 150 meter yang menggunakan hiasan tapel (topeng/mask) naga yang berukir sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHtCF8FFapI/AAAAAAAAAA8/dKxDtsKcCRA/s1600-h/janggan2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHtCF8FFapI/AAAAAAAAAA8/dKxDtsKcCRA/s400/janggan2.jpg" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222840862660455058" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHtCGYF8mRI/AAAAAAAAABE/cYMHQN4-a0M/s1600-h/janggan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHtCGYF8mRI/AAAAAAAAABE/cYMHQN4-a0M/s400/janggan.jpg" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222840870180264210" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk jenis Bebean terdapat berbagai macam warna dan ukuran, serta dihiasi guangan (semacam hiasan berbentuk busur terbuat dari batang pohon pinang dan talinya terbuat dari rotan) yang mengeluarkan bunyi berirama merdu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHtCFepFkiI/AAAAAAAAAA0/f7MpilrHX3o/s1600-h/bebean.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHtCFepFkiI/AAAAAAAAAA0/f7MpilrHX3o/s400/bebean.jpg" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222840854758396450" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling seru, jenis Pecukan karena &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;layang-layang&lt;/span&gt; ini bisa melakukan berbagai macam atraksi di udara.&lt;br /&gt;Ada berbagai macam ukuran layang-layang yang ikut dalam festival tersebut. Ada yang berukuran 1,5 meter sampai 6 atau 7 meter. Disamping itu ada juga layang-layang yang berjenis knock down atau bisa dibongkar pasang. Tujuannya adalah memudahkan ketika membawa layang-layang ke tempat festival.&lt;br /&gt;Festival berlangsung mulai pukul 10.00 sampai 17.00. Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti festival ini, terbukti dari banyaknya peserta dan penonton yang hadir, bahkan dari manca negara.&lt;br /&gt;Ada satu kejadian yang membuat saya terkesan dalam festival ini. Salah satu peserta dari sekaa teruna salah satu banjar bahkan menggunakan tapel ( topeng/mask) yang bertuah untuk  dipasang pada bagian kepala &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;layang-layangnya&lt;/span&gt;.  sebelum menaikkan layang-layangnya, salah satu pemuda mengalami trance  atau di Bali kami menyebutnya kerauhan akibat dari taksu (wibawa) dari tapel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHtCGjREKjI/AAAAAAAAABM/EQIj32Kx09A/s1600-h/tapel.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHtCGjREKjI/AAAAAAAAABM/EQIj32Kx09A/s400/tapel.jpg" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222840873179687474" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5266578416698037446-1686462237834248244?l=baliblide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baliblide.blogspot.com/feeds/1686462237834248244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5266578416698037446&amp;postID=1686462237834248244' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/1686462237834248244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/1686462237834248244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliblide.blogspot.com/2008/07/bali-kite-festival-2008-flying-for.html' title='bali kite festival 2008 | flying for peace | lomba layang-layang se-Bali 2008'/><author><name>rd</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QpKV_gbGYco/SHs_8_l8PuI/AAAAAAAAAAM/vNfcyac7_vA/s72-c/garuda+dan+perahu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5266578416698037446.post-1946824334891195047</id><published>2008-07-04T01:50:00.000-07:00</published><updated>2008-07-04T01:58:15.230-07:00</updated><title type='text'>Horeeee.....</title><content type='html'>Hari ini merupakan hari bersejarah dalam hidup saya karena ini pertama kalinya saya &lt;strong&gt;bisa&lt;/strong&gt; membuat sesuatu yang berhubungan dengan komputer.&lt;br /&gt;Ok, saya cerita sedikit....&lt;br /&gt;Dulu waktu saya SMA, sekitar 7 tahun yang lalu, saya alergi berat sama komputer.&lt;br /&gt;Yang namanya dekat2 komputer tuh ga bisa lebih dari 30 detik.&lt;br /&gt;Kalo lewat dari itu saya pasti lari terbirit-birit dan kena sakit kepala.&lt;br /&gt;Pelan-pelan, berkat bantuan teman saya, saya mulai punya alamat e-mail, kirim e-mail, buka e-mail, pokoknya yang ecek-ecek gitu...&lt;br /&gt;Itupun dengan kebanggaan yang luar biasa.&lt;br /&gt;percaya deh, sampai kuliah semester awal pun saya ga bisa idupin komputer...&lt;br /&gt;Bego yaaa....&lt;br /&gt;Akhirnya,karena keterpaksaan dan tuntutan profesi (waktu itu mahasiswa) untuk bikin paper-lah, tugas-lah, transparan-lah, ini-lah, itu-lah, saya mulai belajar Microsoft Word.&lt;br /&gt;So, blog ini adalah suatu hal yang bikin saya sumringah.&lt;br /&gt;Horeeee....aku bisa!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5266578416698037446-1946824334891195047?l=baliblide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/1946824334891195047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5266578416698037446/posts/default/1946824334891195047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baliblide.blogspot.com/2008/07/horeeee.html' title='Horeeee.....'/><author><name>rd</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
