Orang Bali membangun tempat sembahyang mereka menyerupai pura-pura yang merupakan simbol Gunung MahaMeru. Pangkal gunung dilukiskan dengan Candi Bentar, yaitu pintu terpisah. Sedangkan madya atau bagian tengah gunung tersebut dilukiskan dengan tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang hutan seperti misalnya Bhoma yang melambangkan pohon kayu yang besar. Bhoma artinya kayu yang tumbuh dari bumi. Bongkol kayu diumpamakan kepala dengan ranting-rantingnya berupa tangan yang memegang daun-daun dan bunga-bungaan. Di samping itu, di dalam Kori Agung digambarkan pula binatang hutan seperti gajah atau Karang Asti, singa atau Karang Sae, burung gagak atau Karang Guak, dan sebagainya.
Gambar: Gunung Mahameru
Gunung MahaMeru itu memiliki banyak puncak. Salah satu yang tertinggi adalah puncak MahaMeru atau Kailasa sebagai tempat bertahtanya Batara Siwa. Dari kata MahaMeru itulah timbul kata Meru sehingga pura di Bali itu sebenarnya adalah simbol Gunung MahaMeru tempat bertahtanya Batara Siwa. Sebab itu bentuk Kori Agung sangat disucikan dan dikeramatkan. Sedangkan Candi Bentar dianggap kurang sakral daripada Meru karena merupakan simbol pangkal gunung. Namun, di dalam komposisinya Candi Bentar merupakan satu kesatuan dengan Kori Agung dan Meru. Tegasnya, pura adalah simbol dari gunung yang merupakan tempat simbolis bersemayamnya Ida Sang Hyang Widhi atau Tuhan Yang Maha Esa. Sebab itu, Candi Bentar, Kori Agung, dan Meru hanya bisa dibuat untuk melukiskan gunung atau pura.
Gambar: Kori Agung



